Ngopi Dewe Kemarin Sore

Sehari yang lalu saya sempat terlibat dalam obrolan singkat dengan seorang wanita paruh baya. Sebuah pembicaraan singkat di salah satu sudut kota Madiun, di warung kopi pinggir jalan.

Entah angin apa yang membawa seorang wanita paruh baya penjual bak plastik itu tiba-tiba berbelok menghampiri saya yang sedang duduk menikmati secangkir kopi instant. Sekilas sebelumnya memang kami sempat bertatapan mata.

Beliau menawarkan dagangannya dengan renyah, sama seperti para pedagang kebanyakan. Saya sebenarnya binggung, wanita ini harusnya tau, saya bukanlah ibu-ibu yang seharusnya ditawari barang macam ini, kalau diprosentase, kemungkinan saya beli juga tidak akan lebih dari 20%. Penjual pasti tahu target pemasaran bukan? hehe. Atau mungkin sudah terlalu frustasi dengan dagangannya? Ah embuh lah.

Continue reading “Ngopi Dewe Kemarin Sore”