Parade Fajar

Dentuman sanubari menggelar
Baliho-baliho berkibar
Dan semangatpun menyebar

Sang fajar mulai sedikit demi sedikit
Laksana cakrawala pengintai rasi
Menyusup di sela-sela jantung kami
Dengan sangat bersahaja
Dan dengan ira yang syahdu.

Sepasang kelopakpun menampakkan paranya
Jika ada yang melantunkan tanda pada kami
Kami akan merapat dan menjawab
Disinilah kami menancapkan hati kami

Dengan keris keraton yang selalu menyayat kami
Dan jika kelopak kami jatuh
Dan disini pula kami akan menanam perkasa-perkasa kelopak yang lain.

Mati satu tumbuh seribu
Dilema nestapa tak akan tumbuh
Tetapi dilema anugerah setya nagari akan kembali.

Hadang .. Terjang .. Garang .. Dan selalu riang.

Santun menjadi watak pribadi
Cucuran keringat tak akan pernah terhenti
Cakut cekatan adalah langkah kami
Ndonyo bakal sari, luhur dening budi astuti.

Setya dharma ibu pertiwi
Dalam kelopak nusa satya.

Parade Senja

Sang Senja meratap hampa
Terucap setya budi prakasa, menilik hari tanpa pelangi, tanpa awan
dan tanpa langit yang berkilauan.

Sang Senja merenung
Mengapa? Mengapa burung tak lagi bernyanyi, dedaunan tak lagi nampak segar?

Dan sang Senjapun hanya bisa melihat, sepasang kelopak tertunduk
Sunyi, sepi, dan tanpa nadi.

Mereka hanya bisa pasrah, hatinya hanya bisa tertuntun oleh batinnya
Pandangannya mulai tak bermakana.
Bersatu bagaikan surga dan neraka.

Demi titisan darah pangeran kami
Dan demi butiran air mata putri kami

Joyo-joyo wijayanti, surodiro jayaningrat, lebur dening pangastuti.

Setya dharma ibu pertiwi, dalam kelopak nusa satya.

Google Noto Fonts

Bagi kalian yang belum pernah dengar proyek Google yang satu ini mungkin akan bertanya-tanya tentang maksud atau tujuan dari adanya proyek tersebut. Google Noto Fonts adalah proyek lain milik Google disamping Google Fonts.

Seperti kutipan yang ada pada halaman resmi, proyek ini bertujuan untuk menyelaraskan tampilan visual seluruh bahasa di dunia. Jadi tidak perlu banyak jenis font yang digunakan untuk setiap penulisan sebuah bahasa.

Untuk Indonesia sendiri, Noto sudah memiliki beberapa bahasa daerah di Indonesia; Achi, Bali, Banjar, Batak Toga, Betawi, Bugis, Gorontalo, Jawa, Kerinci, Komering, Lampung Api, Madura, Makasar, Malay (Arab), Mandar, Mentawai, Minangkabau, Ngaju, Rejang, Sangir, Sasak, Selayar, Sunda, Tae’, Tolaki, Cina Tradisional, Uab Meto, dan bahasa Indonesia sendiri.

Noto menyediakan dua jenis font yang dapat digunakan dalam penulisan, yaitu Sans dan Serif.

Tertarik? silahkan kunjungi halaman resmi Google Noto Fonts untuk mengunduhnya.